Hunter × Hunter

Posted by : Unknown
0 komentar
Senin, 23 Maret 2015


Hunter × Hunter
Hunter x Hunter cover - vol1.jpg
Sampul jilid pertama manga Hunter × Hunter yang dirilis Shueisha pada 4 Juni 1998 di Jepang.
Genre Aksi, Fantasi
Manga















Hunter × Hunter (ハンター×ハンター Hantā Hantā?) adalah serial manga karya Yoshihiro Togashi, yang bercerita tentang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Gon Freecss, dan usahanya untuk menemukan ayahnya, Ging Freecss. Ging adalah seorang Hunter, yang dalam cerita Hunter × Hunter yaitu anggota dari suatu kelompok elit yang memiliki segala macam izin untuk melakukan apapun dimanapun.
saat ini sudah hampir beberapa bulan anime maupun manga ini dihentikan karena pengarang sakit keras

Karakter

Tokoh Utama
  • Gon Freecss: Seorang anak laki laki berumur 12 tahun yang mengembara untuk menemukan ayahnya yang sudah lama pergi dan tak pernah kembali. Gon mempunyai indera yang sangat tajam karena terbiasa hidup dihutan dan tidak takut pada monster. Gon sangat polos, baik dan setia kawan. Dia bertemu dengan Killua pada ujian hunter dan sejak saat itu Gon dan Killua menjadi teman yang baik. Memiliki Nen bertipe Kyouka, atau penguat, yang sering digunakan secara spesifik oleh Gon untuk melancarkan pukulan yang amat kuat. Jurus spesialnya adalah Jajanken.
  • Killua Zoldyeck: Anak dari keluarga pembunuh bayaran yang sangat terkenal dan ditakuti oleh banyak golongan. Memiliki sifat yang sangat cuek dan suka semaunya sendiri. Dia bertemu dengan Gon pada ujian hunter, namun sayang dia gagal dalam ujian hunter yang pertama karena tekanan kakaknya, Illumi Zoldyeck. Karena paksaan kakaknya itu, setelah ujian hunter Killua terpaksa ikut kembali kerumahnya. Karena perjuangan tekad Gon, Kurapica,dan Leorio yang nekad menerobos masuk ke rumah keluarga Zoldyeck di gunung kukuru, maka akhirnya Killua pun ikut kembali bersama Gon, dan dari saat itu Gon dan Killua tidak pernah berpisah. Killua memiliki Nen bertipe Henka, atau transformasi. Killua mengubah kekuatan Nen miliknya menjadi suatu kekuatan listrik yang cukup mematikan. Killua telah dilatih sedemikian rupa untuk menjadi seorang pembunuh, terbukti dengan mampunya ia membuka 3 pintu gerbang rumahnya, yang notabene beratnya 16 ton. Killua juga tahan terhadap racun dan aliran listrik.
  • Leorio: Orang yang suka humor, bahkan kadang-kadang saat bertarung-pun ia sesekali bercanda. Merupakan salah satu teman baik Kurapica.Dia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter karena dia pernah kehilangan seorang teman yang sangat akrab dengan dia,ia tak dapat menyembuhkan temannya itu. dia ikut ujian hunter pun hanya karena dia membutuhkan dana untuk ikut kuliah di universitas kedokteran, pada akhirnya dia berhasil menjadi seorang dokter. Sejauh ini, Leorio menguasai nen teleportasi dan penyembuhan.
  • Kurapika Kurta: Perempuan yang "Tomboy" ini berumur 16 tahun, ia membuat banyak orang bertanya-tanya apakah dia lelaki atau perempuan. Leorio pernah ingin mengajukan tebakan, apakah Kurapica laki-laki atau perempuan saat ujian hunter di menara trik. Orang yang sangat akrab dengan Gon, bijaksana dan selalu berpikir dengan kepala dingin. Wawasannya luas karena hobinya membaca buku (terutama buku sejarah). Walau demikian, saat mendengar tentang Genei ryodan, sifat kalapnya akan muncul, bersamaan dengan munculnya mata merahnya. Kurapika, sebagai keturunan terakhir suku Kurta memiliki mata merah yang hanya akan muncul saat ia mulai marah. Kurapica sebenarnya memiliki Nen bertipe Gugenka, materialisasi, yang diwujudkan dengan rantai yang melilit tangan kanannya. Tetapi saat mata merahnya muncul, tipe Nen-nya berubah menjadi Tokushitsu, atau spesialisasi. Saat matanya berubah merah, kemampuan khususnya adalah dapat menggunakan semua tipe nen dengan tingkat kemahiran 100%. Kurapika mempunyai dendam yang mendalam terhadap Genei Ryodan. 5 tahun sebelum ujian hunter,Genei Ryodan membunuh seluruh anggota suku Kuruta yang mendiami wilayah Rukuso.Banyak orang memburu mata merah dari suku Kuruta. Saat terjadi pelelangan di Yorkshin city, sepasang bola mata suku Kuruta terjual dengan harga 2,9 miliar.
  • Hisoka : Pria misteris yang kuat dan aneh. Sifatnya yang nyentrik, sesuai dengan penampilan sehari-harinya mirip seorang pesulap atau badut (pierrot). Dia bertemu dengan Gon saat ujian hunter dan tertarik akan keberanian Gon dalam menolong Leorio. Menganggap bahwa Gon memiliki kekuatan potensial yang hebat, Hisoka berusaha menghindar untuk membunuh Gon, karena menunggu sampai kekuatan Gon cukup "matang untuk dipanen". Seorang anggota laba-laba atau Genei Ryodan (palsu, karena nomor punggungnya yang bernomor 4 hanya tempelan di punggungnya), walau sebenarnya ia hanya masuk dalam Genei Ryodan demi melawan sang pimpinan, Kuroro Lucifer. Sama seperti Killua, nen Hisoka bertipe Henka. Hyosoka mengubah nen-nya menjadi mirip seperti permen karet (Bungee Gum).Hisoka kemungkinan memiliki ketertarikan dengan salah satu anggota Genei Ryodan, Machi.Walaupun Machi tidak mersakan hal yang sama .
  • Ging Freecss : Merupakan seorang hunter yang diakui sebagai salah satu hunter terhebat pada masa itu. Ging merupakan ayah dari Gon dan merupakan alasan kenapa Gon berusaha untuk menjadi seorang hunter profesional. Saat Gon masih sangat kecil, Ging meninggalkan Gon dalam perawatan Mito dan ibunya, sementara Ging sendiri menghilang tidak jelas kemana. Ging memiliki tipe nen Tokushitsu atau spesialisasi. Ging adalah salah satu dari 11 pencipta game Greed Island, yaitu Ging, Razor, Elena, Eeta, dan Dwun (aslinya Wdwune), sedangkan untuk 5 orang lagi tidak diketahui asal usulnya. Sementara kemampuan yang diketahui adalah Touch of Death (spesialisasi) sentuhan tangan dapat menyerap energi nen dari lawan, jadi serangan yang ditujukan bukan hanya melukai tapi dapat menyerap energi nen lawan dan menggunakannya untuk penyembuhan diri maupun regenerasi nen.
  • Bibi Mito : sepupu Ging Freecss. Dialah yang merawat Gon, sejak Gon masih kecil hingga dia berumur 12 tahun. Dia sangat membenci Ging, karena mengganggap Ging tidak bertanggung jawab dengan menelantarkan Gon begitu saja. Dia tidak langsung memberi Gon izin saat ia akan pergi untuk mengikuti ujian hunter, karena dia takut Gon akan menjadi orang seperti Ging di masa depan.tetapi saat dia melihat semangat gon yang begitu luar biasa utuk mencari ayahnya akhirnya dia luluh.
Keluarga Zoldyck
  • Silva Zoldyck : Merupakan ayah dari Killua Zoldyck yang memiliki kekuatan nen yang sangat dahsyat, dia merupakan salah satu mesin pembunuh dari keluarga Zoldyck, kemungkinan dia meiliki nen bertipe henka yang sama dengan Killua, dia sudah membunuh 10000 orang atau bahkan lebih dari 1000000 orang. dia merupakan pembunuh bayaran yang sangat professional. Meskipun seorang pembunuh yang kejam, sebenarnya dia sangat menyayangi Killua lebih dari saudaranya yang lain.
  • Kikyo Zoldyck : Merupakan ibu dari Killua Zoldyck, Kikyo sering terlihat menggunakan topi bangsawan dan busana ala Prancis. Hampir seluruh wajahnya ditutupi perban dan dia menggunakan semaca visor elektronik. Kikyo sangat menyayangi Killua sampai-sampai tidak mempercayai seorang-pun yang dekat pada Killua. Kikyo sangat berharap bahwa Killua akan menjadi penerus keluarga.
  • Illumi Zoldyck : Merupakan kakak tertua Killua Zoldyck yang mengikuti ujian hunter ke-287 dengan nama Gittarackur, dan mengubah bentuk wajahnya dengan mengunakan benda seperti jarum berukuran besar, Illumi sangat ingin mengontrol Killua. Ia juga memasukan jarum pada otak Killua agar kabur pada pertandingan yang ia tidak mungkin menangkan.
  • Milluki Zoldyck : Merupakan kakak kedua Killua Zoldyck, Milluki bertubuh besar dan kerap di panggil Buta-san (babi) oleh Killua. Milluki adalah seorang hacker yang handal, ia terakhir kali keluar dari kediaman keluarganya 10 tahun yang lalu. Akhir-akhir ini Milluki senang mengoleksi figurin.
  • Alluka Zoldyck : Merupakan anak ke-empat keluarga Zoldyck, Alluka sangat di sayangi oleh Killua. Alluka juga mempunya kemampuan khusus, yaitu menggabulkan permintaan orang setelah orang itu mengabulkan 3 permintaan-nya, bila orang itu menolak permintaan Alluka selama 4 kali, orang tersebut akan menghilang. Terakhir kali Killua meminta Alluka untuk menyembuhkan Gon yang terluka parah, tetapi Illumi ingin membunuh Alluka. Di dalam diri Alluka terdapat sesuatu yang disebut "Nanika".
  • Kalluto Zoldyck : Merupakan anak ke-lima dari keluarga Zoldyck, Kalluto mempunyai perasaan iri pada Alluka karena sangat dekat dengan Killua, Kalluto selalu tampak bersama dengan ibu-nya Kikyo Zoldyck. Kalluto juga salah satu dari Genei Ryodan, Kalluto bertujuan untuk menjadi kuat agar dapat membuat kakak-nya Killua Zoldyck pulang. Kalluto mempunyai tipe Nen manipulasi.

Daftar lagu tema (2011)

Berikut ini beberapa lagu tema pembuka dan penutup Hunter × Hunter:

Lagu tema pembuka anime

  1. "Departure!" oleh Masatoshi Ono (episode 1-148)

Lagu tema penutup anime

  1. "Just Awake" oleh Fear, and Loathing in Las Vegas (episode 1-26)
  2. "Hunting for Your Dream" oleh Galneryus (episode 27-58)
  3. "Reason" oleh Yuzu (episode 59-75, 147)
  4. "Nagareboshi Kirari" oleh Yuzu (episode 76-98)
  5. "Hyōri Ittai" oleh Yuzu (episode 99-146)

Anime

Untuk animenya sendiri, cerita Hunter x Hunter hampir sama dengan di manga hanya saja memiliki penyajian cerita yang sedikit berbeda dengan jalan cerita di manga. Untuk adaptasi animenya sendiri pun diproduksi oleh Studio Nippon Animation dan Viz Media dan siaran di Fuji TV pada tanggal 16 Oktober 1999 sampai 31 Maret 2001 dengan jumlah episode mencapai 62 episode. Pada tahun 2011, Hunter x Hunter pun diadaptasi kembali menjadi sebuah anime oleh Madhouse dan VAP dengan siaran di Nippon Television Network Corporation pada tanggal 2 Oktober 2011 sampai 24 September 2014 dengan jumlah episode mencapai 148 episode. Di Indonesia sendiri, anime Hunter x Hunter hanya yang versi pertamanya saja (tahun 1999) yang cuma tayang di Indonesia dengan siaran awal di TV7 (sekarang Trans 7) dan disiarkan ulang kembali oleh Spacetoon.
Read More....

Ini Alasan Kenapa “Stand by Me Doraemon” Hanya Tayang di Beberapa Bioskop Tertentu di Indonesia

stand-by-me-doraemon-3 

Berkaitan dengan kabar mengenai pembajakan film Stand by Me Doraemon, banyak yang mempertanyakan kenapa film tersebut hanya ditayangkan di beberapa bioskop tertentu saja.
Terbatasnya bioskop yang menayangkannya tampaknya memang menjadi salah satu permasalahan utama dalam kasus kali ini, karena ternyata cukup banyak penggemar Doraemon yang mengeluh tidak bisa menonton film Stand by Me Doraemon di bioskop terdekat di kota mereka.
Kembali dimintai klarifikasi, Enrico Fermi selaku salah satu pihak yang terlibat menangani proses lisensi Stand by Me Doraemon memberi sedikit penjelasan. Dia mengatakan bahwa memang benar bahwa perusahaan pemegang lisensi Stand by Me Doraemon di Indonesia tempat dirinya bekerja memiliki hubungan baik dengan Blitz Megaplex, salah satu jaringan bioskop yang dipercaya untuk menayangkan Stand by Me Doraemon. Namun dia mengatakan dengan tegas bahwa mereka sama sekali tidak menolak apabila ada tawaran masuk dari jaringan bioskop lainnya.
Blitzmegaplex tayangkan Stand By Me Doraemon
Sebagai buktinya, dia mencontohkan jaringan bioskop lain diluar jaringan Blitz Megaplex seperti Cinemaxx dan Platinum yang memang meminta agar mereka bisa menayangkan Stand by Me Doraemon di jaringan bioskop mereka, sehingga hasilnya para penonton di kota-kota yang terdapat jaringan kedua bioskop tersebut bisa ikut menonton. Tidak ada pengecualian untuk jaringan bioskop lokal manapun.
Proses permohonan lisensi film Stand by Me Doraemon di Indonesia sendiri juga tidak bisa dibilang mudah. Pihak pemegang lisensi Stand by Me Doraemon di Indonesia saat ini ternyata sudah mengajukan permohonan untuk hak penayangan film tersebut di Indonesia sejak bulan Mei lalu, dan setelah mempertimbangkan strategi rilis dan pemasaran yang telah mereka siapkan permohonan tersebut baru disetujui oleh kantor pusat Toho sebagai pemilik lisensi Doraemon di Jepang pada bulan Agustus, hingga akhirnya bisa tayang di Indonesia sejak beberapa minggu lalu.
Proses pemasaran dan rilis film yang berlangsung di Indonesia juga dikatakan diawasi dengan sangat ketat oleh pihak Jepang. Ditanya mengenai kemungkinan bocornya film oleh oknum dalam, dia mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki hal tersebut.
Saat ini mereka juga telah mengirimkan himbauan kepada situs-situs yang membagikan link download film Stand by Me Doraemon untuk menghapus link tersebut dan mengajak para penggemar doraemon untuk mendukung karakter kesayangan mereka dengan cara menonton film nya langsung di bioskop.
stand-by-me-21-negara-700x393

 Saat ini kami masih mencoba menkonfirmasikan apakah DVD/Bluray film Stand by Me Doraemon juga akan dirilis secara resmi di indonesia. Kami akan update infonya disini apabila sudah mendapatkan konfirmasi.

Read More....

SEJARAHARAH ANIME DAN MASUKNYA ANIME KE INDONESIA

Hey para SYAMSULnime fans
Kalian pasti suka bangetkan sama ANIME,apalagi sama Anime NARUTO itumah sih Saya suka banget.
Tapi kalian tau gak Sejarah masuknya anime Ke INDONESIA tentang Anime.
Dari pada saya banyak bicara mending kita langsung saja ke Intinya ya =) .
Check it out.
Pendahuluan


Anime (\アニメ) adalah Animasi Jepang (Japanese Animation) yang banyak digunakan di berbagai serial TV, Film, Video, Games, Komersial, dan Beberapa Situs Internet. Kian Lama Anime ini semakin Populer. Banyak Serial TV Anime yang diambil dari Manga (Komik Jepang). Nama Anime diambil dari kata Animation yang berarti Animasi. Di Jepang, Pelafalan kata Animation menjadi Anime-Shon, Kata ini kemudian disingkat menjadi Anime yang berarti Animasi buatan Jepang. Lalu bagaimana Perkembangan Animasi Jepang ini ?

Animasi mulai ada di Permulaan abad ke-20, saat para pembuat Film mengeksperimenkan Teknik Animasi yang sudah ada di Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan Russia. Sejarah karya animasi di Jepang diawali dengan dilakukannya First Experiments in Animation oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913. Kemudian diikuti film pendek karya Oten Shimokawa yang merupakan Anime pertama. Anime ini berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki, Anime ini dibuat dan selesai pada tahun 1917, Anime ini hanya berlangsung selama 5 menit dan sampai sekarang Anime itu tidak dipakai lagi... Anime ini bercerita tentang seorang samurai sedang mengetes Pedangnya dengan suatu Target. Pada saat itu Oten membutuhkan waktu 6 bulan hanya untuk mengerjakan animasi sepanjang 5 menit tersebut dan masih berupa “film bisu”. Karya Oten itu kemudian disusul dengan anime berjudul Saru Kani Kassen dan Momotaro hasil karya Seitaro Kitayama pada tahun 1918, yang dibuat untuk pihak movie company Nihon Katsudo Shashin (Nikatsu). Pada tahun 1918 Seitaro kembali membuat anime dengan judul Taro no Banpei. Tetapi semua catatan tentang anime tersebut dikatakan hilang akibat gempa bumi di Tokyo pada tahun 1923.
.

Pada tahun 1927, Amerika Serikat telah berhasil membuat animasi dengan menggunakan suara (pada saat itu hanya menggunakan background music). Jepang kemudian mengikuti langkah itu dan anime pertama dengan menggunakan suara musik adalah Kujira (1927) karya Noburo Ofuji. Sedangkan anime pertama yang “berbicara” adalah karya Ofuji yang berjudul Kuro Nyago(1930) dan berdurasi 90 detik. Salah satu anime yang tercatat sebelum meletus Perang Dunia II dan merupakan anime pertama dengan menggunakan optic track (seperti yang digunakan pada masa sekarang) adalah Chikara To Onna No Yononaka (1932) karya Kenzo Masaoka.

Lama sesudah itu, tahun 1962 ada Anime yang merupakan Salah Satu Anime yang memasuki Era kesuksesan pertama. Anime ini bernama Tetsuwan Atom (Di Luar Jepang, Anime bernama Astro Boy) Karya Ozamu Tezuka. Astro Boy sangat Terkenal, bahkan sampai ditayangkan ke beberapa negara di luar Jepang. Namun, Astro Boy bukanlah animasi televisi buatan lokal pertama. Tahun 1960 adalah pertama kalinya ditayangkan anime TV di Jepang, yaitu yang merupakan Mittsu no Hanashi (Tree Tales) – The Third Bloodanime TV Special. Ozamu Tezuka dikatakan sebagai "Legenda dan Dewa para Manga". Astro Boy dibuat oleh Osamu Tezuka Production Animation Departement yang didirikan oleh Ozamu Tezuka (Dia mendirikan perusahaan baru ini di tahun 1962).

Seiring permulaan tahun 1970, Populasi pembelian Manga semakin Melonjak. Robot (Mecha) besar dalam anime pertama kali diperkenalkan pada tahun 1966 melalui karya Shotaro Kaneda, Tetsujin 28. Sejak itu mulai bermunculan anime-anime yang bertema hampir serupa, Contohnya Gundam. Anime yang diangkat dari karya mangaka dengan nama Monkey Punchyaitu Lupin Sansei (Lupin III) menjadi anime yang ditujukan bagi penonton dewasa dengan menyajikan humor-humor dewasa dan slapstick violence. Acara televisi ini ternyata sangat digemari sehingga muncul dalam bentuk film dan bahkan serial televisinya pun dibuat menjadi 2 sekuel.

Memasuki era 80-an, anime semakin digemari dan semakin banyak produser film yang berusaha memenuhi keinginan masyarakat. Pertumbuhan ini semakin ditunjang dengan munculnya kaset video sebagai media. Dengan adanya teknologi VCR, masyarakat bisa memperoleh anime kesayangan mereka dalam bentuk video. Hal inilah yang kemudian mendorong munculnya versi video sebuah anime yang langsung dijual kepada masyarakat tanpa harus ditayangkan di televisi terlebih dahulu. (Dikenal dengan istilah OVA - Original Video Animation atau OAV - Original Animated Video). Keiji Nakazawa mengangkat tema korban Hiroshima dengan judul Hadashi no Gen yang diangkat menjadi anime pada tahun 1983 dengan sutradara Masaki Mari. Salah satu anime terkenal yang mengangkat tema serupa adalah Hotaru no Haka (Grave of the Fireflies). Dengan bermunculannya anime-anime dengan tema yang kompleks dan mendalam, maka anime telah menembus batasan “hanya untuk anak-anak” dan telah menjadi tontonan bagi berbagai macam tingkat usia pemirsa.

Anime masuk di Indonesia pertama kalinya adalah sekitar awal tahun 1980-an yang pada masa tersebut hadir dalam format video kaset. Tahun-tahun selanjutnya perjalanan hidup anime mengalami pasang surut dan sempat vakum seiring berakhirnya era mesin video Beta pada akhir tahun 1980-an. Sedangkan stasiun televisi lebih banyak memberikan jam tayangnya untuk animasi buatan Amerika atau Eropa yang dianggap lebih mudah memperoleh popularitas. Anime kemudian tidak lagi dianggap sebagai suatu trend sehingga sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan.

Hingga akhirnya pada pertengahan tahun 1990-an anime mulai kembali eksis dan merupakan hal yang menggembirakan bagi penggemar anime di Indonesia. Stasiun-stasiun televisi mulai kembali gencar menayangkan acara anime. Saint Seiya, Sailor Moon, Magic Girls, Magic Knight Rayearth, Dragon Ball, Shulato dan masih banyak judul lainnya yang pernah ditayangkan mendapatkan respon positif dari pada penggemarnya dimana masih tetap eksis walaupun sebagai kelompok minoritas dan secara tidak langsung mendukung perkembangan anime di Indonesia.




Kemudian pada tahun-tahun terakhir ini anime mulai kembali menjadi booming lagi di Indonesia. Seperti yang dapat dilihat dari kepopuleran anime Pokemon dan Crayon Shinchan yang menghebohkan sekaligus paling kontroversial pada beberapa tahun yang lalu. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya porsi tayang untuk anime yang mulai mendominasi program film animasi di berbagai stasiun televisi. Beberapa diantaranya seperti Doraemon, Saint Seiya, Sailor Moon, Crayon Shinchan, Medabots, Card Captor Sakura, Beyblade, Inuyasha, Pokemon, Digimon, Minky Momo, Creamy Mami, Shaman King, Ghost at School. Bubu Chacha, One Piece, Hunter X Hunter, Cashern dan Hamtaro.



Tahun 1980-1989

Berawal dari serial Google V, Ultraman hingga anime klasik seperti Voltus V, Macross, Gundam bahkan dorama Klasik Oshin, sedikit demi sedikit masyarakat Indonesia mulai diperkenalkan kepada bentuk dan jenis hiburan yang berasal dari Jepang (J-Entertaintment). Pertama kali anime masuk di Indonesia adalah sekitar awal tahun 1980-an yang langsung menjadi trend di masyarakat. Hal ini disebabkan karena anime-anime pada masa tersebut merupakan pelopor dari eksistensi anime di Indonesia. Yaitu untuk pertama kalinya masyarakat mengenal anime, yang sama sekali berbeda dengan film-film animasi buatan Amerika atau Eropa Barat yang sebelumya merajai dominasi film di animasi Indonesia. Masyarakat memandang anime sebagai suatu bentuk hiburan baru yang unik dan menarik sehingga dengan cepat meraih popularitas. Penonton anime di Indonesia pada masa tersebut terutama adalah anak-anak.



Pada periode tersebut anime beredar dalam bentuk format video cassete yang muncul seiring dengan populernya mesin video Beta. Dan yang sangat berperan besar dalam peredaran dan perkembangan anime pada saat itu adalah Trio Video Tara, yaitu sebagai satu-satunya distributor resmi anime di Indonesia.

Anime yang masuk di Indonesia terutama adalah judul-judul yang populer dan dibuat di Jepang pada era 1970-an, yaitu anime genre science fiction yang banyak menampilkan cerita dengan mecha Super Robot, seperti Voltus V, God Sigma, Captain Giking, Getta Robo, atau Star Blazers. Selain genre science fiction, di Indonesia juga terdapat anime dengan genre komedi seperti Doraemon, genre Magical Girls seperti Lulu The Flower Angel, atau genre drama romance seperti Candy-Candy dan lain sebagainya.

TVRI sebagai satu-satunya stasiun televisi di Indonesia pada masa itu juga turut berperan dengan menayangkan anime. Dimulai dengan ditayangkannya anime Kum-Kum (Wanpaku Omukasi Kum-kun), sejak saat itu secara perlahan tapi pasti animo masyarakat terhadap anime mulai tumbuh.

Tahun-tahun selanjutnya perjalanan hidup anime mengalami pasang surut dan sempat vakum seiring dengan berakhirnya era mesin video Beta pada akhir tahun 1980-an. Hal ini juga dikarenakan stasiun televisi lebih banyak memberikan jam tayangnya untuk animasi buatan Amerika atau Eropa yang dianggap lebih mudah memperoleh popularitas. Trend anime kemudian mulai memudar dan sedikit demi sedikit ditinggalkan dan masyarakat beralih ke sesuatu yang lebih populer pada saat itu. Tetapi bagi para penggemar anime sesungguhnya yang tidak hanya sekedar mengikuti trend, masih tetap eksis walaupun hanya sebagai kelompok minoritas diantara dominasi film Amerika terutama produksi Disney.

Keberadaan serial TV Oshin di TVRI tahun 1989.


Kum-Kum, anime yang pertama kali masuk ke Indonesia.


Minky Momo Ending (Tayang Ulang Space Toon)

Tahun 1990-1999

Anime mulai kembali eksis di Indonesia pada awal tahun 1990-an, yaitu seiring dengan bermunculan stasiun-stasiun televisi baru seperti RCTI disusul kemudian oleh SCTV dan Indosiar. Stasiun-stasiun TV tersebut mulai gencar menayangkan sejumlah judul anime yang kemudian menjadi hits atau populer terutama oleh target pemirsa anak-anak, diantaranya seperti Doraemon, Saint Seiya, Sailor Moon, Magic Girls, Magic Knight Rayearth, Born to Cook, Dragon Ball, Shulato dan masih banyak judul lainnya yang pernah ditayangkan oleh stasiun televisi sehingga secara tidak langsung mendukung perkembangan anime di Indonesia.

Anime Doraemon mulai diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia sejak tahun 1991 yang ditayangkan oleh RCTI. Kisah serial Doraemon yang menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter Doraemon, Nobita, dan kawan-kawannya ini menjadi sangat populer dikalangan anak-anak bahkan orang dewasa. Hal ini karena meskipun dengan cerita yang sederhana karena memang ditujukan untuk target pemirsa anak-anak, namun ditampilkan secara menarik sehingga serial ini sampai sekarang mampu bertahan hingga selama lebih dari 20 tahun sejak pertama kali penayangannya.

Meskipun belum dapat mengalahkan dominasi film-film animasi Amerika namun dapat dikatakan dengan ditayangkannya anime-anime tersebut merupakan suatu pernyataan bahwa anime masih dapat berkembang dan diterima oleh masyarakat. Hal ini tentu saja mendapat respon positif serta merupakan sesuatu yang menggembirakan bagi para otaku di Indonesia.

Kemudian karena terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, anime pun berada dalam kondisi kritis. Hal ini dapat dilihat dari jumlah jam tayang anime di televisi yang mulai menunjukkan penurunan, dimana juga sempat memunculkan kekhawatiran dari para otaku bahwa sekali lagi perjalanan hidup anime berakhir sampai disitu saja.

Hingga akhirnya pada akhir tahun 1990-an anime mulai kembali booming dan menjadi trend karena adanya ‘demam’ Pokemon (Pocket Monster) yang melanda Indonesia. Siapa yang tidak ingat dengan Pokemon? Pokemon adalah salah satu nama dagang paling kontroversial di dunia ini. Mulai dari jasanya dalam mempopulerkan Game Boy, sistem game handheld terlaris di dunia, hingga mendapatkan penghargaan lewat tokoh Pikachu yang dinobatkan sebagai salah satu figur paling berpengaruh di dunia. Disusul kemudian kesuksesan versi manga, serial anime, dan anime movie yang bahkan meraih sukses besar di Amerika.

Trend anime ini juga didukung dengan munculnya distributor resmi yang berusaha memenuhi kebutuhan otaku akan masuknya lebih banyak anime di Indonesia. Sejak tahun 1999, P.T. Ardya Insani Internasional yang dikenal dengan Tora Home Entertainment selaku pemegang lisensi di Indonesia, bekerja sama dengan pihak Animation International Ltd (AI) yang merupakan distributor anime dari studio-studio ternama di Jepang. Dengan adanya kerjasama tersebut, pihak Tora berhasil mendapatkan ijin resmi untuk mendistribusikan sejumlah anime-anime populer seperti Neon Genesis Evangelion (Shin Seiki Evangelion), Curious Play (Fushigi Yuugi), Flame of Recca (Recca no Honou), Clamp School, Macross, dan lain sebagainya yang beredar dalam bentuk VCD.



Berikut ini adalah video yang mungkin membangkitkan kenangan Anda

Born to Cook Opening



Dragon Ball Opening

 Time Quest Opening



Patlabor Opening
 
Pada periode ini pastilah Anda mengenal semua anime yang akan dibahas disini, periode ini adalah puncak kesuksesan anime di Indonesia dengan hadirnya TV7 sebagai stasiun TV yang paling banyak menyiarkan anime-anime pada masa itu. Artikel bagian akhir ini lumayan agak panjang, silakan menikmati.

Tahun 2000-2003


Anime mulai kembali meraih kesuksesan besar setelah stasiun televisi SCTV membuat gebrakan baru dengan program Animax-nya menayangkan anime Rurouni Kenshin yang diubah dengan judul Samurai X. Kisah seorang samurai pengembara ini menjadi demikian populer sehingga anime mengalami ‘kebangkitan’ kembali yang masih berlangsung hingga beberapa tahun kemudian. Serial anime Pokemon misalnya, ditayangkan pada jam tayang utama di SCTV dan termasuk yang pertama di Indonesia untuk tayangan film animasi. Hal ini merupakan suatu bukti nyata terhadap pengakuan keberadaan anime di Indonesia, karena melalui tayangan-tayangan tersebut sekali lagi masyarakat diperkenalkan bahwa sesungguhnya anime bukanlah sekedar hiburan untuk anak-anak saja. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan pemirsa yang lebih dewasa juga semakin menyukai film-film animasi buatan negeri Sakura tersebut.

Selain itu tayangan anime juga tampak mulai mendominasi tayangan film-film animasi di sejumlah stasiun televisi. Dunia anime di Indonesia memasuki babak baru dalam perkembangannya yang dianggap signifikan. Hampir setiap hari ditayangkan serial anime-anime populer, beberapa diantaranya seperti Samurai X, Sakura Wars, Dual!, Popolocrois, dan Pokemon oleh SCTV; Card Captor Sakura dan Fushigi Yuugi oleh TPI; Crayon Shinchan oleh RCTI; Meitantei Conan dan Inuyasha oleh Indosiar. Genre anime yang ditayangkan juga lebih beragam jika dibandngkan dengan anime-anime yang masuk pada periode 1980. Menyusul kesuksesan Pokemon, mulai gencar ditayangkan anime-anime dimana memiliki tema karakter yang serupa yaitu seperti Digimon Series maupun Monster Farm.



Selain televisi, anime mulai mencoba merambah bioskop, yaitu dengan menayangkan Doraemon the Movie. Anime movie dengan judul Daichohen Doraemon, Nobita no Taiyou o Densetsu atau yang diterjemahkan sebagai Doraemon Petualangan, Legenda Raja Matahari ini ditayangkan mulai tanggal 29 Juni 2001.

Film Doraemon ini merupakan anime versi layar lebar atau anime movie pertama di Indonesia. Anime ini mengisahkan petualangan Doraemon bersama Nobita dan kawan-kawannya di Negeri Mayana, Negeri ini terinspirasi oleh Maya, sebuah kerajaan kuno di Amerika Tengah yang lenyap secara misterius sebelum kedatangan para penakluk Spanyol. Di sana Doraemon dan kawan-kawan membantu Pangeran Tio dalam menghadapi Redina, seorang penyihir jahat.

Menariknya, versi manga dari anime ini sudah ditebitkan oleh P.T Elex Media Komputindo dengan judul yang sama, sebagai seri ke-20 Doraemon Petualangan. Penayangan anime dan penerbitan manga yang nyaris bersamaan ini sepertinya bukan kebetulan. Apalai anime ini mengalami sulih suara yang dikerjakan oleh tim dari serial Doraemon di RCTI. Semua ini tampaknya dibuat untuk memperingati 30 tahun kisah Doraemon dan 10 tahun keberadaan Doraemon di Indonesia. Meskipun tidak mengalami sukses yang luar biasa namun dengan penayangan Doraemon tersebut boleh dibilang sebagai langkah awal. Setelah ini, para penggemar anime boleh optimis terhadap keberadaan anime di bioskop Indonesia. Dan sudah waktunya layar bioskop menayangkan anime untuk target pemirsa usia remaja ke atas. Judul-judul anime legendari seperti Akira, Ghost in The Shell, Grave of Firefiles, dan Macross Plus sudah sangat dinantikan. Terlebih lagi setelah kemenangan Sen to Chihiro no Kamikakushi yang mendapatkan Academy Award sebagai film animasi terbaik pada bulan Maret 2003 yang lalu.

Selanjutnya hampir di sebagian besar stasiun televisi menayangkan anime. Bahkan beberapa diantaranya mempunyai program khusus untuk tayangan anime, seperti yang dilakukan oleh stasiun televisi baru pada jaman itu, TV7, sebagai salah satu anak perusahaan Gramedia, menayangkan program khusus anime setiap hari Senin hingga Jumat pada sore hari. Lalu, anime tidak hanya dapat dinikmati pada setiap hari Minggu pagi saja seperti yang terjadi sebelumnya, bahkan dapat dijumpai tayangan anime yang diputar setiap harinya selama seminggu. Jumlah tayang anime yang diputar di televisi sampai sudah tidak terhitung lagi karena begitu besar antusiasme pihak stasiun televisi untuk saling berlomba-lomba memanfaatkan momen trend anime ini. Seperti terobosan yang dilakukan Trans TV dalam menayangkan anime Movie dengan tema yang cukup ‘berat’ pada jam tayang utama (Prime Time), yaitu Blue Submarine No. 6 (Ao no Roku Go) dan Jin Roh: the Wolf Brigade.

Stasiun TV7


Pada periode ini, kepopuleran anime sudah begitu sangat luar biasa sampai kepada kondisi yang sulit dibayangkan sebelumnya. Semenak akhir tahun 1990-an yang berlanjut hingga tahun 2000-an, jalur peredaran anime di Indonesia lebih banyak melalui rental maupun toko anime dalam format VCD/DVD. Hal ini semakin bertumbuh seiring dengan menjamurnya komunitas anime di Indonesia. Sehingga dengan demikian para otaku di Indonesia dapat terus mengikuti perkembangan anime terbaru yang sedang diputar atau digemari di Jepang. Kini jauh lebih mudah untuk mencari dan mendapatkan berbagai macam judul anime, bahkan para otaku dapat menikmati tontonannya hanya dalam jangka waktu beberapa hari setelah penayangannya di Jepang. Diantaranya seperti Wolf’s Rain, Saint Seiya: Hades Chapter, Ghost in The Shell: Stand Alone Complex, Junni Kokki, dan lainnya yang ditayangkan oleh televisi-televisi Jepang.



Tidak dapat disangkal bahwa anime mempunyai kaitan yang erat dengan trend. Berkat adanya trend anime, secara tidak langsung memiliki pengaruh terhadap eksistensi dan perkembangan anime di Indonesia. Untuk masyarakat umumnya lebih banyak mengikuti apa saja yang sedang menjadi trend terbaru.

Seperti yang tampak ketika fenomena Pokemon melanda Indonesia, yaitu dimana banyak orang begitu menjadi tergila-gila pada egala hal yang ‘berbau’ Pokemon terutama pada sosok karakter Pikachu yang lucu. Animenya yang terlebih dahulu terkenal ketika beredar daam format VCD tersebut kemudian menjadi salah satu judul yang paling populer di Indonesia.

Terutama setelah anime Movienya berjudul Myuutsu ni Gyakushuu (Pokemon The First Movie)

ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia, booming Pokemon ini menjadi suatu trend yang fenomenal pada tahun 2000 yang lalu. Melihat kesuksesan Pokemon tersebut maka SCTV melihat peuang bagus untuk menayangkan anime pada jam tayang utama yang mendapat respon posistif dari masyarakat. Kenyataan bahwa anime dianggap sebagai suatu trend baru yang melanda Indonesia ini juga dapat dilihat seperti munculnya ‘demam’ Shinchan yang menghebohkan pada beberapa waktu yang lalu dimana sempat menjadi perdebatan paling kontroversial.

Sedangkan untuk kalangan otaku, pada dasarnya tidak terpengaruh atau hanya sekedar mengikuti pada apa yang menjadi trend atau fenomena di masyarakat. Perkembangan trend anime di kalangan otaku Indonesia lbih mengacu atau terpengaruh oleh trend anime yang sedang berlangsung di Jepang. Dengan kata lain, anime yang sedang digemari atau populer di Jepang umumnya juga populer di kalangan otakuy Terlebih lagi setelah para otaku di Indonesia kini dapat dengan mudah mendapatkan anime-anime terbaru yang sedang ditayangkan di Jepang hanya selang beberapa hari saja melalui peredaran anime fansub.

Pada tahun 1980-an, trend anime untuk pertama kalinya mulai melanda Indonesia dimana disebabkan karena pengaruh dari maraknya trend anime yang terjadi di Amerika. Anime-anime dengan genre mecha seperti Voltus V, Goshogun, atau GodSigma menjadi populer pada masa tersebut. Namun maraknya anime yang populer seiring dengan era mesin video Beta tersebut kemudian mulai semakin memudar. Pada awal tahun 1990-an, anime kembali menjadi sebuah trend ketika bermunculan stasiun-stasiun televisi baru dan mulai menyiarkan anime di layar kaca, diantaranya seperti Doraemon, Sailor Moon, dan Saint Seiya. Anime-anime itu mencapai sukses besar dan menjadi totonan yang sangat dinantikan oleh target permirsa anak-anak pada masa tersebut. Menjelang pertengahan tahun 1990-an, trend anime mulai kembali pudar dan hanya bertahan pada kalangan pengemar dan otaku saja.

ANime kemudian sekali lagi mulai terekspose setelah maraknya peredaran VCD anime bootleg, pada akhir tahun 1990-an. Fenomena ini didukung oleh banyaknya publikasi amajalah yang bermunculan dengan menawarkan anime-manga sebagai tema utama. Majalah-majalah tersebut seperti Animonster, AnimeInfo, Anime, Oops, Animix dan masih banyak lainnya ini memanfaatkan momen trend anime tersebut dimana sekaligus ingin turut membantu perkembangan anime di Indonesia. Dan sejak saat itu, booming anime mulai smakin terasa dan masih berlangsung hingga saat ini. Hal ini dapat dilihat dengan menjamurnya komunitas-komunitas anime yang kini semakin berani menyerukan kecintaan mereka terhadap anime.

Momen trend anime yang sedang terjadi di Indonesia ini, juga didukung oleh sejumlah stasiun televisi dengan menayangkan lebih banyak anime. Bahkan pada sejumlah stasiun televisi mempunyai program khusus anime. Trans TV sebagai stasiun televisi baru di Indonesia pada amsa itu, melihat trend anime yang sedang berkembang di Indonesia, yaitu dengan menayangkan anime-anime populer seperti Ninku, Trigun, atau Flame of Recca. Yang patut digarisbawahi adalah penayangan anime Movie denga tema’berat’ seperti Blue Submarine No. 6 dan Jin-roh: the Wolf Brigade serta rencana penayangan anime yang dapat dikategorikan sebagai anime kontroversial seperti Love Hina dan Neon Genesis Evangelion.



Berkat adanya trend ini tentunya merupakan hal yang menggembirakan bagi sebagian kalangan otaku di Indonesia. Karena hampir tiap harinya dapat dijumpai sejumlah tayangan anime. Judul-judul anime tertentu yang tidak terduga kemunculannya justru dijumpai tampil di layar televisi.

Penutup

Apa yang telah terjadi di masa lampau dengan boomingnya anime di Indonesia, semoga dapat menjadi tonggak sejak sejarah bagi kita yang hidup di periode yang sekarang ini. Semoga kesuksesan di masa lampau bisa kembali terulang dimasa depan sehingga kita dapat disuguhi oleh anime-anime yang menarik melaui stasiun televisi kita. Walaupun sekarang jamannya sinetron dan anime sudah sangat memudar (karena trend sinetron yang berkembang di masyarakat) tapi setidaknya ada pengharapan bagi kita yang ingin melihat kembali kesuksesan anime di Indonesia.
Read More....

Dragon Ball

Posted by : Unknown
0 komentar

Dragon Ball


Hey para SYAMSULnime fans
Kalian pasti suka bangetkan sama ANIME,apalagi sama Anime NARUTO itumah sih Saya suka banget.
Tapi kalian tau gak Fakta-fakta tentang Anime.
Dari pada saya banyak bicara mending kita langsung saja ke Intinya ya =) .
Check it out.

Dragon Ball adalah sebuah manga dan anime Jepang yang dikarang oleh Akira Toriyama dari tahun 1984 sampai 1995.Dragon Ball bercerita tentang seorang bocah bernama Goku yang hidup di tengah gunung sendirian. Dia lalu bertemu dengan Bulma, seorang gadis muda jenius, yang berusaha mengumpulkan 7 bola ajaib yang katanya bisa mengabulkan semua keinginan. Bola-bola tersebut dinamakan Dragon Ball.

Keterangan: Dragon Ball adalah 7 buah bola kristal yang tersebar di seluruh dunia, bola tersebut berwarna oranye dan miliki bintang di dalamnya, apabila seseorang berhasil mengumpulkan 7 buah Dragon Ball maka akan muncul sebuah dewa naga yang mampu mengabulkan sebuah permintaan apa saja, bahkan termasuk menghidupkan orang mati.

Dalam perjalanannya bersama Bulma mencari Dragon Ball, Goku harus berhadapan dengan banyak rintangan. salah satunya adalah dari Tentara Pita Merah. Kelompok ini mempunyai keinginan yang sama dengan Goku dan Bulma.

Sejarah pemilihan nama-nama tokoh Dragon Ball
Orang Saiya dinamakan berdasarkan nama-nama sayur
Saiya adalah anagram dari Yasai = Sayur
Goku = Kakarot = Carrot = Wortel
Raditz = Radish = Daikon = Lobak Jepang
Vegeta = Vegeta = Vegetables = Sayuran
Broly = Broccoli = Brokoli

Keluarga Goku berdasarkan makanan
Gohan = Nasi
Pan (anak Gohan) = Roti

Keluarga Bulma dinamakan berdasarkan nama-nama pakaian
Trunks = Celana
Bra = Beha

Kelurga Mr. Satan dinamakan berdasarkan nama-nama iblis
Videl, anak Mr. Satan adalah anagram dari Devil

Karakter-karakter Dragonball
Karakter Saiyan
Karakter manusia
Karakter Saiyan/manusia
Karakter Namekian
Karakter Kai
Karakter ras Frieza
Karakter android
Karakter hewan
Karakter Dragon
Karakter iblis
Karakter Dr. Slump
Karakter petarung Fortuneteller Baba
Karakter Oni
Karakter Makyan
Karakter Majin
Karakter Bojack
Karakter Arlian
Karakter lainnya

Goku
Vegeta
Gohan
Goten
Trunks
Fusion (Son Goten - Trunks)
Fusion (Son Goku - Vegeta)
Piccolo
Kuririn
Yamucha
Tien
Master Roshi
Granpa Gohan
Pan
Yajirobe
Bulma
Chi Chi
Nappa
Raditz
Freeza
Android 16
Android 17
Cell
Buu
Supreme Kai
Kibito
Pilaf
Babidi
Shenron
Read More....

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Everything About ANIME | Another Theme | Designed by Johanes DJ